Waspadai “Heart Attack Adjie Massaid”, Mengancam Anda Juga

XAMthone Plus News. Attack atau acute miocard infark, atau serangan jantung. Padahal di pihak keluarga mengatakan sebelumnya dia sehat-sehat saja. Peristiwa meninggal mendadak terkena serangan jantung sering terjadi padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Sebaiknya setiap orang mengenali resiko untuk mengetahui kondisi kesehatan jantungnya. Ternyata tanpa disadari ternyata seseorang bisa punya risiko penyakit jantung meski tanpa gejala. Waspadalah bila beresiko tinggi maka resiko serangan “Heart Attack Adjie Masaid”, dapat terjadi kapan saja pada siapa saja termasuk anda.

Rata-rata pasien serangan jantung meninggal karena keterlambatan pertolongan, beratnya serangan yang terjadi dan masalah kemampuan pasien untuk operasi. American Heart Association (AHA) mencatat lebih dari 1 juta orang mengalami serangan jantung setiap tahun dan setengahnya meninggal karena serangan jantung tersebut. Sehingga penting buat semua orang mengetahui bagaimana menyelamatkan pasien yang kena serangan jantung. Persentase pengidap penyakit jantung yang memiliki riwayat faktor risiko tertentu itu sangat tinggi. Faktor risiko tersebut termasuk gaya hidup dan karateristik tertentu dari keluarga. Faktor risiko penyakit jantung terbagi dalam dua, yakni faktor yang tidak bisa diubah, yang meliputi jenis kelamin, usia, dan riwayat keluarga. Jika ada riwayat dalam keluarga serangan jantung, risiko seseorang semakin tinggi terkena. Faktor risiko lain yang bisa dikendalikan, yakni pola makan, konsumsi alkohol, stress, kebiasaan olahraga, kegemukan, kadar lemak darah, kebiasaan merokok dan pola makan tidak sehat. Makin banyak faktor risiko yang dimiliki, makin cepat penebalan dinding pembuluh darah.

Penebalan pembuluh darah atau aterosklerosis adalah timbunan lemak (plak) yang menumpuk dalam arteri sehingga arteri menyempit dan aliran darah terhambat. Ini adalah penyebab awal tersumbatnya pembuluh darah yang menuju jantung sehingga terjadi serangan jantung atau nyeri dada (angina). Pencegahan terjadinya aterosklerosis adalah hal utama yang harus dilakukan meski tidak ada gejala. Pemeriksaan lemak darah (kolesterol), pengukuran tensi darah serta menjaga berat badan dalam kondisi ideal perlu dilakukan, terutama untuk mereka yang sudah memasuki usia 40 tahun. Deteksi dini adanya penyakit jantung koroner juga bisa dilakukan dengan berbagai tes khusus, seperti EKG (elektrokardiogram), treadmill, tes darah, foto toraks, dan sebagainya.

Menifestasi Klinis

Manifestasi serangan jantung tidak sama pada tiap orang, jenis dan berat ringannya acute miocard infark atau jenis kelamin. Adapun tanda dan gejala yang dapat dikenali saat serangan jantung adalah :

AHA juga mengingatkan pentingnya melakukan pertolongan pertama pada pasien yang terkena serangan jantung. Ciri-ciri pasien yang terkena serangan jantung atau acute miocard infarkadalah:

  • Rasa sakit ini bisa menjalar ke lengan kiri,leher dan punggung.
  • Rasa sakitnya bisa berlangsung sekitar 15-20 menit dan terjadi secara terus menerus.
  • Timbul keringat dingin, tubuh lemah, jantung berdebar dan bahkan hingga pingsan.
  • Rasa sakit ini bisa berkurang saat sedang istirahat, tapi akan bertambah berat jika sedang beraktivitas.

Tanda Gejala Sakit jantung

· Kelelahan dan sesak napas Rasa lelah yang berlebihan dan napas pendek-pendek adalah dua tanda yang coba dikirimkan tubuh agar Anda segera beristirahat. Namun, gejala ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung sebagai respons tekanan ekstra pada jantung. Bila Anda sering mengeluh kelelahan tanpa penyebab yang jelas, itu bisa jadi tanda ada sesuatu yang salah pada tubuh. Napas pendek-pendek dan kelelahan ini paling sering dialami perempuan dan terjadi sebulan sebelum serangan jantung. Nafas pendek, seperti sedang lari maraton. Seringkali hal ini terjadi pada penderita asthma atau COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease). Tetapi dapat juga mengindikasikan adanya gangguan jantung

· Mual, muntah, dan nyeri perut Keluhan serangan jantung biasanya disertai rasa mual, muntah, dan keringat dingin sehingga disalahartikan sebagai masuk angin. Akibatnya, penderita tidak dibawa ke rumah sakit. Pertolongan yang semestinya segera diberikan menjadi terlambat.

· Keringat dingin Berkeringat lebih dari biasanya, terutama jika Anda tidak sedang melakukan aktivitas, bisa menjadi gejala awal masalah pada jantung. . Berkeringat tidak hanya berkeringat dingin, tetapi berkeringat seperti habis berkerja keras, walaupun sedang duduk santai, merupakan tanda gangguan fungsi jantung. Hal ini terjadi karena tubuh bekerja keras memompa darah melewati sumbatan di koroner sehingga tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak untuk menjaga temperatur tubuh

· Nyeri dan rasa tertekan di dada Meski tidak semua serangan jantung memiliki gejala nyeri dada, tanda ini paling sering dikenali sebagai serangan jantung. Nyeri dada yang dialami digambarkan seperti sensasi tertekan benda berat atau gajah menginjak dada. Rasa sakit di dada merupakan gejala klasik serangan jantung. Ciri khasnya adalah rasa sakit terjadi ditengah-tengah, dibawah tulang dada (kadang-kadang agak kesebelah kiri sedikit). Rasa sakit seperti ada gajah yang duduk di dada kita, memberi rasa tidak nyaman seperti menekan, meremas dan rasa penuh sesak. Pada beberapa wanita merasakan sensasi terbakar di dada daripada tekanan/ rasa sakit.

· Nyeri di seluruh tubuh Rasa nyeri dan kaku di seluruh tubuh juga sering dialami orang yang pernah mengalami serangan jantung. Kebanyakan mengalami rasa nyeri dan kebas di tangan kiri. Namun, nyeri ini juga bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti atas perut, pundak, punggung, bahkan rahang.

· Gelisah Serangan jantung dapat menyebabkan kegelisahan/ kecemasan yang terus menerus atau ketakutan akan kematian

· Batuk Batuk yang berkepanjangan dapat menjadi gejala gangguan jantung. Pada beberapa kasus, seseorang dengan gangguan jantung dapat mengeluarkan dahak yang berdarah

· Pusing/ Pening Serangan jantung dapat menyebabkan sakit kepala ringan atau kehilangan kesadaran

· Kelelahan Rasa lelah sepanjang hari, terutama pada wanita

· Rasa sakit di bagian-bagian tubuh Pada beberapa serangan jantung, rasa sakit dimulai di dada dan menyebar ke bahu, lengan, siku, punggung, leher, rahang atau perut. Tapi kadang-kadang juga tanpa rasa sakit di dada, hanya di area tubuh lainnya. Rasa sakit itu datang dan pergi. Pria seringkali mengalami rasa sakit di lengan kiri, sedangkan wanita seringkali pada kedua lengannya, atau diantara kedua bahunya

· Denyut nadi yang cepat atau tidak teratur Terutama bila diikuti dengan rasa lelah, pusing atau nafas pendek

· Pembengkakan Terutama di kaki/ pergelangan kaki, atau perut, seperti kenaikan berat badan yang tiba-tiba, walaupun kadang-kadang justru nafsu makan berkurang

Penanganan Harus Dalam 1 Jam

Berbeda dengan penyakit tertentu, orang yang terkena serangan jantung harus benar-benar mendapat pertolongan yang cepat. Karena hanya 1 jam waktu pasien bisa bertahan sebelum otot-ototnya berhenti bergerak jika tidak mendapat pertolongan cepat. Satu jam pertama akan menentukan prognosis penderita ataumenentukan pasien serangan jantung bisa bertahan atau tidak. Prosedur hemat waktu harus dikuasai betul oleh rumah sakit yang menangani pasien serangan jantung. Pengobatan yang tertunda akan meningkatkan risiko pasien pada kematian atau cacat permanen.

Waktu 1 jam dianggap kritis karena berdasarkan pengalaman dokter menangani pasien serangan jantung, yang mana kebanyakan pasien tidak tertolong pada 1 jam pertama serangan jantung. Jantung adalah otot, dan otot akan berhenti bekerja atau mulai mati jika kekurangan oksigen. Otot jantung membutuhkan pasokan darah yang berisi oksigen secara teratur agar dapat berfungsi dengan baik. Jika arteri koroner menjadi sempit, jantung tidak dapat menerima semua darah yang dibutuhkan. Ketika otot jantung mengalami kekurangan oksigen maka beberapa sel akan mati dan otot tidak bisa bekerja lagi. Setiap menit yang berlalu selama serangan jantung, itu artinya jantung kekurangan oksigen dan semakin lama menunggu semakin lama otot jantung berjalan tanpa oksigen sehingga menyebabkan kematian. Ketika jantung mulai kekurangan pasokan darah maka terjadi irama jantung yang tidak stabil yang menyebabkan aliran darah tidak bisa berjalan baik ke organ vital seperti ke otak. Jika dalam waktu satu jam bisa tertangani maka bisa mencegah kerusakan lebih lanjut.

Cara Penanganan

Jika Anda mencurigai seseorang mengalami serangan jantung, tindakan cepat dapat menolong menyelamatkan nyawanya jangan menunggu terlalu lama untuk berpikir tapi lakukan hal-hal dengan cepat.

  1. Dudukkan atau baringkan pasien.
  2. Berikan aspirin jika ia tidak punya alergi. Aspirin akan menghambat darah menggumpal dan membantu darah tetap mengalir ke arteri. Mengunyah aspirin selama serangan jantung bisa menurunkan risiko kematian hingga 25 persen.
  3. Langsung telepon nomor darurat atau rumah sakit lalu jelaskan gejala yang dialami secara singkat dan jelas, seperti “Pasien mengalami sakit dada yang parah dan kesulitan bernafas”.
  4. Waktu 1 jam sampai 90 menit sejak terkena serangan jantung sampai perjalanan ke rumah sakit diharapkan masih bisa memberikan pertolongan ke pasien.

Pencegahan

Pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan mendeteksi faktor risiko yang memiliki kontribusi terbesar terhadap terjadinya penyakit jantung koroner, seperti kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, kadar kolesterol, serta riwayat keluarga, diikuti dengan modifikasi gaya hidup serta intervensi pengobatan bila diperlukan.

Hentikan merokok, sebab merokok merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung pada wanita. Lebih dari separuh wanita berusia di bawah 50 tahun yang mengalami serangan jantung, berkaitan dengan kebiasaan merokok. Jika berhasil berhenti merokok, risiko terkena serangan jantung dapat diturunkan hingga 1/3 dalam waktu dua tahun. Wanita perokok sekaligus pengguna kontrasepsi oral makin meningkat risiko untuk terkena serangan jantung. Berbagai produk dapat membantu untuk berhenti merokok, mulai dari nikotin dalam bentuk pasta, atau berbentuk “skin patch” yang ditempel di kulit, ada juga dalam bentuk obat minum yang bekerja pada reseptor nikotin di otak, sehingga dapat menekan keinginan merokok.

Kontrol tekanan darah. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat menurunkan risiko untuk terkena serangan jantung dan stroke. Diet yang sehat, penurunan berat badan, dan olah raga secara teratur merupakan cara yang efektif untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi. Menurunkan konsumsi garam (maksimal 2.3 gram sehari atau setara dengan 1 sendok teh) juga dapat membantu. Bila cara-cara alamiah tersebut tidak dapat menurunkan tekanan darah, dapat diberikan obat antihipertensi untuk mengontrolnya.

Perlu dilakukan kontrol kadar kolesterol dengan sistem skrining kadar kolesterol. Terutama pada wanita berusia 45 tahun atau lebih dengan faktor risiko penyakit jantung lain. Diet sehat merupakan suatu kunci keberhasilan untuk menurunkan kadar kolesterol. Sebagian orang mungkin memerlukan obat penurun kadar kolesterol sebagai tambahan dari diet dan olah raga. Pertahankan berat badan ideal.  Berat badan berlebih akan memberi beban pada jantung maupun pembuluh darah. Olah raga dan diet rendah lemak dapat membantu untuk menurunkan berat badan.

Kelebihan berat badan juga berarti memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita berbagai masalah kesehatan lain, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, selain penyakit jantung sendiri. Ingatlah bahwa jantung anda adalah otot. Olah raga teratur diperlukan untuk mempertahankan bentuk dan fungsinya sebagai pompa yang tak pernah beristirahat.  Olah raga aerobik, seperti jalan cepat, berenang, jogging, atau bersepeda, akan membantu jantung untuk bekerja secara prima. Usahakan berolahraga sekurangnya 30-60 menit setiap kali, 4-6 kali seminggu.

Diet rendah lemak. Upayakan asupan lemak jenuh seperti lemak hewani ataupun berbagai produknya, maksimal 10 persen dari total kalori yang anda makan setiap hari. Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi seperti buah dan sayuran, protein hewani dari ikan, Lakukan penanganan diabetes dengan baik jika mengalaminya. Olahraga teratur, kontrol berat badan, diet rendah lemak dan berobat ke dokter secara teratur amat penting untuk perawatan diabetes.

KEUNGGULAN XAMTHONE PLUS

Xamthone plus memiliki kandungan Xanthone yang berfungsi sangat baik dalam menangkap radikal bebas. Xamthone plus mampu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL serta dapat meningkatkan kolesterol HDL.

Xamthone secara langsung mempunyai efek anti-aterogenik yang mampu mencegah timbulnya PENYAKIT JANTUNG KORONER.

Pencegahan sekunder ditujukan untuk mencegah serangan ulangan pada orang yang sudah pernah terkena penyakit jantung koroner dan xamthone plus pun mampu menjadi pencegahan yang ampuh. Selain itu, dengan xamthone plus, hipertensi, kencing manis dan kegemukan bisa dikendalikan.

Pencegahan tertier merupkan program rehabilitasi guna meningkatkan kualitas hidup para penderita dan mencegah kecacatan lebih lanjut. Pencegahan ini juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi Xamthone plus.

Sumber : dr Widodo Judarwanto SpA, Kompasiana.com dan berbagai sumber


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *